Beranda >

Berita > Datangi Lokasi Bencana, Bima Arya Tinjau Pengungsian hingga Solat Jenazah


07 Desember 2018

Datangi Lokasi Bencana, Bima Arya Tinjau Pengungsian hingga Solat Jenazah

Walikota Bogor Bima Arya meninjau lokasi bencana pasca terjadinya peristiwa angin puting beliung yang merusak sedikitnya 900 unit rumah, empat unit kendaraan roda empat dan satu orang meninggal dunia pada Kamis (6/12/2018) sore.

Peninjauan yang dilakukan Jumat (7/12/2018) pagi itu dilakukan bersama Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Sarip Hidayat dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Titik pertama yang dikunjungi Bima dan rombongan adalah kawasan Kelurahan Lawang Gintung. Di jalan yang menghubungkan antara Sukasari dengan Batutulis itu ia masih menyaksikan sisa dahsyatnya bencana puting beliung yang memporakporandakan sebagian wilayah kota hujan.

Bima kemudian menginstruksikan dinas terkait untuk segera mengangkat ranting, dahan dan batang pohon yang mengganggu arus lalu lintas dan pedestrian. Tidak jauh dari situ atau tepatnya di dekat Makam Mbah Dalem, Bima ditunjukan lokasi Enny Reno yang meregang nyawa karena mobil yang dikendarainya tertimpa pohon akibat puting beliung.

Selain memantau kondisi lingkungan, Walikota Bogor juga mengunjungi titik-titik pengungsian sementara yang menampung warga karena rumahnya habis disapu badai. Salah satunya di Masjid Khozinatus Sa’adah. Di rumah ibadah yang terletak di RW 8, Lawanggintung, ini tercatat ada sekitar 30 KK yang mengungsi.

“Total ada 120 KK, Tapi yang mengungsi di masjid ada sekitar 30 KK. Sisanya ada yang mengungsi di rumah kerabat terdekat, ada juga yang tinggal di rumahnya karena kerusakannya hanya sedikit,” ungkap Kiki, Ketua RW 8.

Melihat banyaknya balita dan lansia di pengungsian tersebut, Bima Arya kemudian memerintahkan Camat Bogor Selatan Jatmiko Baliarto untuk memprioritaskan bantuan untuk mereka.

“Saya dengar tadi butuh perlengkapan bayi, selimut, matras, susu, dan natura lainnya. Saya minta segera diprioritaskan. Yang penting sekarang diatur bagaimana warga bisa mengungsi sementara di titik aman, kemudian yang diberikan bantuan natura dan obat-obatan serta hal yang lain yang sifatnya mendesak, dan yang terakhir segera diproses bantuan untuk pemulihan rumah warga,” jelas Bima.

Perjalanan Bima dilanjutkan ke wilayah Lebaksari, Pamoyanan. Di lokasi ini disebut sebagai awal mulanya angin puting beliung muncul. Ada sekitar 70 rumah yang rusak cukup parah. Tampak relawan dari Yonif 315/Garuda tengah bahu membahu membantu warga membersihkan puing-puing.

Usai melihat kondisi terkini pasca bencana, Bima juga menyempatkan untuk datang ke rumah duka atas nama Enny Reno yang meninggal dunia di dalam kendaraan akibat tertimpa pohon saat puting beliung menerjang. Bahkan, Bima sempat ikut menyolati jenazah bersama keluarga dan warga lainnya.

“Saya melihat keluarga sangat sabar, tabah dan tegar. Pihak keluarga, baik suami maupun anak-anaknya tegar. Pemkot Insya Allah membantu secara maksimal, ada santunan juga dari Pemkot. Dari APBD sudah ada anggaran korban jiwa akibat bencana. Disesuaikan dengan asuransinya juga. Kemudian semuanya kita ikhtiarkan maksimal untuk membantu beban keluarga,” jelasnya di komplek Bukit Nirwana, Bogor Nirwana Residence (BNR).

Pemulihan Pasca Bencana
Bima menambahkan, dari data yang diperolehnya tercatat sekitar 900 unit rumah terdampak bencana puting beliung. Kerusakannya pun beragam, mulai dari ringan, sedang hingga berat. “Yang paling parah di wilayah Kecamatan Bogor Selatan yang terdiri dari Kelurahan Lawanggintung, Pamoyanan, Cipaku dan Batutulis. Kita alokasikan dari anggaran tidak terduga Pemkot Bogor Insya Allah. Tadi Pak Gubernur (Ridwan kamil) juga sudah telepon saya. Menawarkan juga bantuan dari biaya tidak terduga dari provinsi. Tapi yang pertama kita pastikan dulu warga yang mengungungsi dipenuhi kebutuhannya dengan baik,” ujar dia.

Pemkot Bogor, lanjut Bima, sudah menyiapkan biaya tak terduga untuk pemulihan pasca bencana sebesar Rp1,5 miliar. “Tapi kami sudah ajukan juga 5 miliar ke provinsi. Hari ini juga kita layangkan surat ke Pak Gubernur, kebetulan sebelumnya Pak Gubernur telepon saya untuk menawarkan bantuan tersebut,” terangnya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada. Pasalnya, cuaca sulit sekali untuk diprediksi. “Berdasarkan kajian kami, Bogor ini sangat rawan puting beliung, selaian bencana longsor dan banjir. Kenali dulu gejalanya itu, kemudian ketika itu terjadi, hindari berkendaraan saat hujan lebat, hindari untuk memarkirkan kendaraan atau berteduh di bawah pohon. Kemudian kepada dinas saya minta untuk segera memeriksa kembali kondisi pohon di Kota Bogor, mana yang rawan tumbang dan lain-lain,” pungkasnya. (Humpro :alif/adt/arvan/pri)

Tambahkan Komentar
Nama :
Website :
Email :
Komentar :
Kode Verifikasi :
   
     
Komentar Masuk